1.
Jelaskan 2 pengertian penelitian ?
1. Soerjono Soekanto. Penelitian merupakan
suatu kegiatan ilmiah yang didasarkan pada analisis dan konstruksi yang
dilakukan secara sistematis, metodologis dan konsisten dan bertujuan untuk
mengungkapkan kebenaran sebagai salah satu manifestasi keinginan manusia untuk
mengetahui apa yang sedang dihadapinya.
2. Sanapiah Faisal. Mengemukakan bahwa
penelitian merupakan suatu aktivitas dalam menelaah suatu problem dengan
menggunakan metode ilmiah secara tertata dan sistematis untuk menemukan
pengetahuan baru yang dapat diandalkan kebenarannya mengenai dunia alam dan
dunia sosial.
2.
Jelaskan tentang riset dan unsur-unsur
pentingnnya!
Riset berasal dari bahasa inggris research,
research yang berasal dari kata re (kembali) dan search (mencari). Secara
etimologi penelitian berarti “mencari kembali” yaitu mencari fakta-fakta baru
yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah teori untuk memperdalam dan
memperluas ilmu tertentu.
Unsur pentingnya: Konsep, Variabel,
Preposisi /Proposisi, Hypothesis, Teori, Definisi operasional
3.
Jelaskan tentang penelitian bisnis!
Penelitian bisnis adalah kegiatan yang
mengacu pada setiap jenis penelitian yang dilakukan ketika akan memulai atau
menjalankan setiap jenis usaha. Misalnya, untuk memulai bisnis memerlukan
penelitian untuk menentukan target pelanggan dan persaingan untuk membuat
rencana bisnis.
44.
Jelaskan tentang ilmu pengetahuan dan
hubungannya dengan penelitian!
Ilmu pengetahuan adalah usaha yang bersifat multi dimensional, sehingga
dapat didefinisikan dalam berbagai cara dan tidak baku. Walau demikian ilmu
pengetahuan perlu dilihat sebagai suatu dasar (basic) proses berpikir manusia
dalam melaksanakan berbagai penelitian. Untuk itu ilmu pengetahuan dapat
dihubungkan dengan metode dan proses penelitian tersebut.
5.
Jelaskan tentang kebenaran alamiah!
Kebenaran ilmiah adalah kebenaran yang
sesuai dengan fakta dan mengandung isi pengetahuan. Pada saat pembuktiannya
kebenaran ilmiah harus kembali pada status ontologis objek dan sikap
epistemologis (dengan cara dan sikap bagaimana pengetahuan tejadi) yang
disesuaikan dengan metodologisnya.
6.
Jelaskan tentang jenis-jenis penelitian!
1.Penelitian Survei
Penelitian survei adalah penelitian yang
dilakukan untuk memperoleh fakta – fakta dari gejala – gejala yang ada dan
mencari keterangan-keterangan secara faktual, baik tentang institusi sosial,
ekonomi, atau politik dari suatu kelompok ataupun suatu daerah.
2.Grounded Research
Grounded Research adalah penelitian yang
mendasarkan diri pada fakta dan menggunakan analisis perbandingan, bertujuan untuk
mengadakan generalisasi empiris, menetapkan konsep – konsep, membuktikan teori,
dan mengembangkan teori, di mana pengumpulan data dan analisis datanya berjalan
pada waktu yang bersamaan.
3. Studi Kasus
Studi kasus adalah penelitian mengenai
status subjek penelitian yang berkenaan dengan suatu fase spesifik atau khas
dari keseluruhan personalitas.
4.Penelitian Eksperimen
Penelitian eksperimen adalah penelitian
yang dilakukan dengan mengadakan manipulasi terhadap objek penelitian serta
diadakannya kontrol terhadap variabel tertentu.
5.Analisis Data Sekunder
Analisis data sekunder adalah analisis atas
data yang sudah tersedia.
7.
Jelaskan beberapa kualifikasi penelitian
Daya
nalar, seorang peneliti harus mempunyai daya nalar yang tinggi yaitu dengan
adanya kemampuan memberi alasan dalam memecahkan masalah, baik secara induktif
maupun secara deduktif.
Orisinalitas,
peneliti harus mempunyai daya hayal ilmiah dan harus kreatif. Peneliti harus
brilian, mempunyai inisiatif yang berencana serta harus subur dengan ide-ide
yang rasional dan menghindari plagiat.
Daya
ingat, seorang peneliti harus memiliki daya ingat yang kuat, selalu
ekstensif dan logis. Dapat dengan sigap melayani serta menguasai fakta-fakta.
Kewaspadaan,
seorang peneliti harus secara cepat dapat melakukan pengamatan terhadap
perubahan yang terjadi pada suatu variabel atau atas suatu fenomena. Ia harus
sigap dan mempunyai intaian yang tajam, serta responsive terhadap perubahan
atau kelainan.
Akurat,
seorang peneliti harus mempunyai tingkat pengamatan serta tingkat perhitungan
yang akurat, tajam, serta beraturan.
Konsentrasi,
seorang peneliti harus mempunyai kekuatan konsentrasi yang tinggi, kemauan yang
keras, serta tidak cepat muak.
Dapat
bekerja sama, peneliti harus mempunyai sifat yang kooperatif, dapat bekerja
sama dengan siapapun. Harus mempunyai keinginan untuk berteman secara
intelektual, dan dapat bekerja secara team-work.
Kesehatan,
seorang peneliti harus sehat, baik jiwa maupun fisik. Peneliti harus stabil,
sabar, dan penuh vitalitas.
Semangat,
kesehatan si peneliti harus ditunjang pula dengan semangat untuk meneliti.
Pandangan Moral, seorang peneliti harus
mempunyai kejujuran intelektual, mempunyai moral yang tinggi, beriman dan dapat
dipercaya. Peneliti harus mempunyai kreativitas serta hasrat yang tinggi.
8.
Jelaskan pengertian metode ilmiah dan
kriterianya!
Menurut Almadk (1939),” metode ilmiah
adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan
penjelasan kebenaran. Sedangkan Ostle (1975) berpendapat bahwa metode ilmiah
adalah pengejaran terhadap sesuatu untuk memperoleh sesuatu interelasi.”
Metode ilmiah dalam meneliti mempunyai
kriteria serta langkah-langkah tertentu dalam Metode ilmiah bekerja. seperti di
bawah ini. Metode ilmiah boleh dikatakan suatu pengejaran terhadap kebenaran
yang diatur oleh pertimbangan-pertimbangan logis. Karena ideal dari ilmu adalah
untuk memperoleh interelasi yang sistematis dari fakta-fakta, maka metode
ilmiah berkehendak untuk mencari jawaban tentang fakta-fakta dengan menggunakan
pendekatan kesangsian sistematis. Karena itu, penelitian dan metode ilmiah
mempunyai hubungan yang dekat sekali, jika tidak dikatakan sama. Dengan adanya
metode ilmiah, pertanyaan-pertanyaan dalam mencari dalil umum akan mudah
terjawab, seperti menjawab seberapa jauh, mengapa begitu, apakah benar, dan
sebagainya.
1. Berdasarkan Fakta
Keterangan-keterangan yang ingin diperoleh
dalam penelitian, baik yang akan dikumpulkan dan yang dianalisa haruslah
berdasarkan fakta-fakta yang nyata. Janganlah penemuan atau pembuktian
didasar-kan pada daya khayal, kira-kira, legenda-legenda atau kegiatan sejenis.
2. Bebas dari Prasangka
Metode ilmiah harus mempunyai sifat bebas
prasangka, bersih dan jauh dari pertimbangan subjektif. Menggunakan suatu fakta
haruslah dengan alasan dan bukti yang lengkap dan dengan pembuktian yang
objektif.
3. Menggunakan Prinsip Analisa
Dalam memahami serta member! arti terhadap
fenomena yang kompleks, harus digunakan prinsip analisa. Semua masalah harus
dicari sebab-musabab serta pemecahannya dengan menggunakan analisa yang logis,
Fakta yang mendukung tidaklah dibiarkan sebagaimana adanya atau hanya dibuat
deskripsinya saja. Tetapi semua kejadian harus dicari sebab-akibat dengan
menggunakan analisa yang tajam.
4. Menggunakan Hipotesa
Dalam metode ilmiah, peneliti harus
dituntun dalam proses berpikir dengan menggunakan analisa. Hipotesa harus ada
untuk mengonggokkan persoalan serta memadu jalan pikiran ke arah tujuan yang
ingin dicapai sehingga hasil yang ingin diperoleh akan mengenai sasaran dengan
tepat. Hipotesa merupakan pegangan yang khas dalam menuntun jalan pikiran
peneliti.
5. Menggunakan Ukuran Obyektif
Kerja penelitian dan analisa harus
dinyatakan dengan ukuran yang objektif. Ukuran tidak boleh dengan merasa-rasa
atau menuruti hati nurani. Pertimbangan-pertimbangan harus dibuat secara
objektif dan dengan menggunakan pikiran yang waras.
6. Menggunakan Teknik Kuantifikasi
Dalam memperlakukan data ukuran kuantitatif
yang lazim harus digunakan, kecuali untuk artibut-artibut yang tidak dapat dikuantifikasikan
Ukuran-ukuran seperti ton, mm, per detik, ohm, kilogram, dan sebagainya harus
selalu digunakan Jauhi ukuran-ukuran seperti: sejauh mata memandang, sehitam
aspal, sejauh sebatang rokok, dan sebagai¬nya Kuantifikasi yang termudah adalah
dengan menggunakan ukuran nominal, ranking dan rating.
9.
Sebutkan tahapan metode ilmiah!
1. Memilih dan mendefinisikan masalah
Langkah pertama dalam meneliti adalah
menetapkan masalah yang akan dipecahkan atau diangkat ke dalam sebuah
penelitian. Untuk menghilangkan keragu-raguan, masalah tersebut didefinisikan
secara jelas. Contoh Penelitian : “Bagaimana pengaruh mekanisasi terhadap
pendapatan usaha tani di Aceh?” Berikan definisi tentang usaha tani,
mekanisasi, pada musim apa, dan sebagainya.
2. Survei data yang tersedia
Mencari data yang tersedia yang pernah
ditulis peneliti sebelumnya yang ada hubungannya dengan masalah yang ingin
dipecahkan. (Langkah pertama dan kedua dapat dikerjakan secara bersamaan).
3. Merumuskan hipotesis (bila penelitian
bertujuan menguji hipotesis)
Hipotesa adalah kesimpulan sementara
tentang hubungan antar variabel atau fenomena-fenomena dalam penelitian.
4. Menyusun kerangka analisa dan alat-alat
dalam menguji hipotesis
Pengujian hipotesa menghendaki data yang
dikumpulkan untuk keperluan penelitian.
5. Mengumpulkan data
Peneliti memerlukan data untuk menguji
hipotesa, data terserbut perlu dikumpulkan.
6. Mengolah, menganalisa dan membuat
interpretasi
Setelah data terkumpul, peneliti menyusun
data untuk dianalisa. Penyusunan data dapat berbentuk tabel ataupun membuat
coding untuk dianalisa dengan komputer. Setelah dianalisa, data perlu diberikan
interpretasi terhadap data tersebut.
7. Generalisasi dan membuat kesimpulan
Kesimpulan dan generalisasi harus berkaitan
dengan hipotesa. Apakah hipotesa benar untuk diterima ataukah ditolah. Apakah
ada hubungan antar fenomena yang diperoleh atau tidak.
8. Membuat laporan penelitian
Langkah akhir dari suatu penelitian ilmiah
adalah membuat laporan ilmiah tentang hasil-hasil yang diperoleh dari penelitian
tersebut.
10.
Jelaskan beberapa sifat metode penelitihan!
1.
Sistematik. Berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan
secara berurutan sesuai pola dan kaidah yang benar, dari yang mudah dan
sederhana sampai yang kompleks.
2.
Logis. Suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima akal dan
berdasarkan fakta empirik. Pencarian kebenaran harus berlangsung menurut
prosedur atau kaidah bekerjanya akal yaitu logika. Prosedur penalaran yang
dipakai bias dengan prosedur induktif yaitu cara berpikir untuk menarik
kesimpulan umum dari berbagai kasus individual (khusus), atau prosedur deduktif
yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari
pernyataan yang bersifat umum.
3.
Empirik. Artinya suatu penelitian yang didasarkan pada pengalaman
sehari-hari, yang ditemukan atau melalui hasil coba-coba yang kemudian diangkat
sebagai hasil penelitian. Landasan empirik ada tiga yaitu :
a). Hal-hal empirik selalu memiliki
persamaan dan perbedaan (ada penggolongan atau perbandingan satu sama lain).
b). Hal-hal empirik selalu berubah-ubah
sesuai dengan waktu.
c). Hal-hal empirik tidak bisa secara
kebetulan,melainkan ada penyebabnya.
4.
Replikatif. Artinya suatu penelitian yang pernah dilakukan harus di uji kembali
oleh peneliti lain dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan
metode, kriteria, dan kondisi yang sama. Agar bersifat replikatif, penyusunan
definisi operasional variable menjadi langkah penting bagi seorang peneliti.